Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Astronot Wanita Pertama Di Dunia, Amerika Dan Asia

Banyak dari kita yang mungkin tidak terlalu mengenal nama-nama astronot wanita yang pernah terbang ke luar angkasa. Kita mungkin lebih sering mendengar nama Neil Amstrong yang namanya sudah sangat kondang sebagai orang yang pertama kali menginjakan kakinya di bulan, meskipun hal tersebut menuang banyak kontroversi. Selain Neil Amstrong, masih banyak nama-nama astronot terkenal yang sudah sering diliput oleh berbagai media, baik itu astronot yang berasal dari luar negeri atau dalam negeri sendiri Indonesia. Berikut ini mengenai Astronot Wanita Pertama Di Dunia, Amerika Dan Asia.

Menjadi seorang astronot bukanlah hal yang mudah, apalagi pekerjaan ini mengundang banyak resiko bahkan dapat menyebabkan kematian. Tentu saja astronot merupakan orang yang sudah profesional dan terlatih. Dari sekian banyak astronot yang pernah terbang ke angkasa, beberapa diantaranya merupakan astronot wanita, termasuk juga astronot dari Indonesia.

1. Valentina Vladimirovna Tereshkova


Astronot pertama yang akan saya perkenalkan pada anda adalah Valentina Tereshkova, ia merupakan astronot wanita Pertama Di Dunia yang berasal dari negara Unisoviet yang sekarang lebih kita kenal dengan nama Rusia.

Astronot Wanita Pertama Di Dunia, Amerika Dan Asia

Valentine Tereshkova merupakan astronot yang cukup unik. Sebelum direkrut sebagai kosmonot (sebutan astronot di Rusia), Tereshkva bekerja di pabrik perakitan tekstil dan seorang skydiver amatir. Sebagai bentuk implikasi karena bergabung dengan corps kosmonot, ia kemudian ikut serta di angkatan udara Unisoviet. Valentine Tereshkova merupakan warga sipil pertama yang terbang ke luar angkasa.

Tereshkova lahir pada tanggal 06 Maret 1937 di Oblast Yaroslavl, Uni Soviet. Pada tahun 1963 ia terbang ke luar angkasa menggunakan pesawat Vostoc 6 dan ia merupakan kosmonot wanita pertama didunia yang terbang ke luar angkasa.

https://id.wikipedia.org/wiki/Valentina_Tereshkova

2. Sally Kristen Ride


Negara Amerika Serikat juga memiliki astronot wanita dengan predikat sebagai Astronot Wanita Pertama di Amerika Serikat, astronot ini memiliki nama Sally Kristen Ride.

Astronot Wanita Pertama Di Dunia, Amerika Dan Asia

Lahir pada tahun 1951 dan meninggal di usia 61 tahun (2002), ia merupakan seorang astrofisikawati dan astronot Amerika Serikat. Sally bergabung dengan Nasa pada tahun 1978, lalu pada tahun 1993 ia berhasil menjadi wanita pertama Amerika Serikat yang berhasil terbang ke luar angkasa.

Sally tidak hanya sekedar astronot saja, sebagai seorang astrofisikawati, dengan gelar ph.D nya, ia banyak membantu dalam pembuatan rancangan lengan robot untuk kendaraan luar angkasa yang ia kendarai.

Pada tahun 1986, ia ikut serta dalam proses penyelidikan kecelakaan pesawat Space Shuttle Chalanger dan Columbia. Ia menjabat sebagai salah satu komisi penyelidikan waktu itu. Pada 1989 ia menjadi guru besar fisika dan direktur Institut Luar Angkasa California di Universitas California, San Diego.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sally_K._Ride

3.  Pratiwi Pujilestari Sudarmono


Bila kita ingat kembali cerita mengenai dibatalkannya misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H beberapa tahun yang lalu (1986), tentu saja kita akan mengingat seorang astronot atau dalam bahasa Indonesia disebut Antariksawan yang bernama Pratiwi Pujilestari Sudarmono. Ia merupakan antariksawan yang terpilih untuk ikut serta dalam misi penerbangan ruang angkasa yang difasilitasi oleh NASA.

Astronot Wanita Pertama Di Dunia, Amerika Dan Asia

Misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H yang akan mengirimkan satelit komersial seperti Palapa B-3 milik Indonesia ini, terpakasa di batalkan. Hal ini diakibatkan karena adanya insiden kecelakaan yang menimpa pesawat Challenger.  Dengan demikian, Pratiwi gagal berangkat ke luar angkasa dan satelit tersebut kemudian diluncurkan dengan sebuah roket Delta.

Pratiwi Pujilestari Sudarmono lahir di Bandung pada tanggal 31 Juli 1952. Ia adalah seorang ilmuwan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai profesor mikrobiologi di Universitas Indonesia,  Jakarta.

Pada 1977 - Pratiwi Sudarmono menerima gelar Master dari Universitas Indonesiadan.

Pada tahun 1984 – Ia menerima gelar Ph.D. dalam bidang Biologi Molekuler dari Universitas Osaka, Jepang. Ia kemudian memulai karier ilmiahnya sebagai penerima beasiswa WHO untuk meneliti biologi molekuler Salmonella typhi.

Tahun 1994 - 2000, Ia menjabat sebagai ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Medis Universitas Indonesia.

Tahun 2001 - 2002, Ia menjadi peserta Program Sarjana Fulbright New Century.

Tahun 1985 - Pratiwi terpilih sebagai astronot yang ikut serta dalam misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H sebagai spesialis muatan dengan Taufik Akbar sebagai cadangannya. Namun naas, bencana melanda pesawat Challenger yang membuat misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H dibatalkan.

Pratiwi merupakan astronot pertama di Asia yang ikut dalam misi penerbangan ruang angkasa.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pratiwi_Sudarmono

Nama Astronot berasal dari negara Amerika Serikat, di negara Rusia, astronot disebut juga dengan Kosmonot, sedangkan di Indonesia Astronot disebut dengan Antariksawan, di negara China astronot disebut dengan Taikonot, beberapa negara lain juga menyebut astronot dengan nama yang berbeda sesuai dengan bahasa yang dipakai di negara tersebut.
Read more

Phoebe Snetsinger, Pengamat dan Pencatat 'Species' Burung Dunia

Biografi Tokoh - Phoebe Snetsinger - Burung memang memiliki sisi yang menarik untuk kita amati. Mereka yang hoby memelihara burung pastinya akan melihat burung kesukaanya sebagai objek yang bernilai tinggi. Begitu juga dengan seorang tokoh yang berasal dari Amerika Serikat ini yaitu Phoebe Snetsinger.

Saking cintanya pada burung, ia berpetualang keliling dunia untuk mencari berbagai spesies burung. Tidak hanya itu saja, ia mengamati setiap burung yang ia jumpai lalu mencatat nama dan jenis burung tersebut. Ia telah mencatat 8.398 spesies burung di dunia. Hingga saat ini jumlah tersebut merupakan temuan burung paling banyak di dunia, bahkan untuk ahli burung (ornitolog) sekalipun.

Phoebe Snetsinger, Pengamat dan Pencatat 'Species' Burung Dunia, Burung, Hobi 

Sumber Gambar : independent.co.uk dan commons.wikimedia.org

Profil Singkat Phoebe Snetsinger


Phoebe Snetsinger lahir pada tanggal 9 Juni 1931. Pada usia 11 tahun, ia bertemu dengan calon suaminya dengan usia terpaut 2 tahun (13). Phoebe Snetsinger memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Ia memulai pendidikannya di sekolah dasar yang berada di Danau Zurich, yang waktu itu hanya memiliki 3 orang siswa dalam satu kelas.

Phoebe Snetsinger menamatkan gelar sarjana dalam bidang sastra Jerman di Swarthmore College (Pennsylvania, AS). Setelah suaminya selesai mengikuti wajib militer ke Korea, ia kemudian melanjutkan studi master-nya dan mengambil minat literatur bahasa Jerman.

Phoebe Snetsinger adalah putri dari Raja Leo Burnett. Ia lahir di Danau Zurich Illinois, Amerika Serikat. Sebagai anak dari keluarga yang tidak kekurangan akan harta benda, ia tentu tidak kesulitan dalam membiayai hobi-nya sebagai seorang peneliti burung.

Phoebe Snetsinger mulai menyukai burung saat ia melihat burung blackburnian warbler (Setophaga fusca) pada tahun 1965. Saat itu usianya sudah menginjak 34 tahun. Ia mengamati gerak-gerik burung tersebut dan perlahan tumbuh rasa ingin tahu dan akhirnya ia tertarik untuk mengamati berbagai jenis burung lainnya.

Blackburnian warbler adalah burung pekicau kecil khas Amerika Utara. Burung ini masuk dalam ordo Passeriformes atau satu ordo dengan burung gereja yang umum ditemukan di Indonesia

Perjalanan Phoebe Snetsinger


Saat berusia 50 tahun, ia terkena kanker yang menyerang kulitnya (Melanoma). Pada usianya yang sudah menua tersebut, seharunya Phoebe Snetsinger dapat menghabiskan sisa-sisa waktunya bersama keluarga dan ke empat anaknya. Namun, tidak begitu ceritanya.

Saat dokter menvonis bahwa Phoebe Snetsinger hanya dapat bertahan hingga satu tahun ke depan, ia memilih untuk menghabiskan waktunya berpetualang keliling dunia menekuni hobi-nya sebagai seorang pengamat burung. Tempat pertama yang ia kunjungi adalah Alaska.

Ternyata prediksi dokter yang mengobati Phoebe Snetsinger keliru. Umurnya tak sebatas satu tahun setelah ia divonis kanker kulit. Ia pun semakin bersemangat dalam menjalankan hobi-nya mengamati berbagai jenis burung dan mendokumentasikannya.

Meskipun sudah lanjut usia, Phoebe Snetsinger berkelana keliling dunia selama 18 tahun untuk mengamati berbagai jenis burung dengan warna dan kicau yang indah. Selama perjalanan tersebut ia mengalami berbagai macam hambatan dan rintangan serta musibah yang kerap-kali ia dapatkan. Ia hampir mati di Zaire, di serang malaria di Zambia hingga diculik di pinggiran Port Moresby (Papua Nugini).

Semua itu tidak menghentikan antusiasmenya untuk terus mengamati berbagai jenis burung di seluruh penjuru dunia.

Sebagai Ortonolog amatir, Phoebe Snetsinger rutin mencatat burung yang ditemuinya setiap hari, terutama burung dari subspesies langka. Ia memang suka melakukan itu dan seringkali ia melakukan perjalanan di tempat-tempat yang tak umum untuk dijelajahi banyak orang, seperti daerah-daerah pedalaman dan terpencil.

Perjalanan dan hoby mengamati spesies burung Phoebe Snetsinger berakhir ketika sebuah kecelakaan maut menimpa mobil van yang ditumpanginya. Mobil tersebut terbalik saat ia sedang melakukan pengamatan burung di Madagaskar. Seperti laporan yang diterima, ia tewas di lokasi terjadinya kecelakaan.

Burung terakhir yang ia catat sebelum meninggal dunia adalah burung red-shouldered vanga (Calicalicus rufocarpalis), burung pekicau yang keberadaanya kini mulai langka dan rentan di alam. Burung ini termasuk dalam ordo Passeriformes, burung pekicau favorit Snetsinger. Burung ini salah satu spesies langka dan keberadaanya baru ditemukan pada tahun 1997.

Pada tahun 2003 ABA (American Birding Association) menerbitkan buku "Birding on Borrowed Time" karya Phoebe Snetsinger. ABA sangat menghargai perjuangan Snetsinger yang tidak hanya hoby mengamati burung dan berpetualang, namun ia juga mencatat berbagai spesies burung yang ditemuinya dan juga perjalanannya.

Bila anda tertarik untuk mengetahui kisah perjalanan hidup Phoebe Snetsinger, anda bisa membaca buku dengan judul "Life List" (2010) karya Olivia Gentile. Buku ini menceritakan secara lengkap perjalanan hidup sang petualang sekaligus pengamat burung luar biasa ini.

Penutup


Tak banyak manusia seperti Phoebe Snetsinger yang memiliki inisiatif dan keinginan kuat untuk menjadikan hobi-nya sebagai pengamat burung menjadi bermanfaat bagi banyak orang dikemudian hari terutama untuk para Ortonolog.

Hal ini tentu dapat menginspirasi banyak orang yang membaca dan mengetahui kisah Phoebe Snetsinger yang luar biasa tersebut. Meskipun sudah berusia lanjut, ia bertekad melawan kanker kulit yang dideritanya dan tetap melakukan perjalanan keseluruh penjuru dunia untuk mengamati burung-burung langka dan unik.

Salah satu anak dari Phoebe Snetsinger yang bernama Thomas J. Snetsinger tertarik untuk melanjutkan hoby dari Ibu nya untuk menjadi seorang peneliti burung. Ia mengkhususkan diri untuk meneliti burung endemik hawai yang terancam punah.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Phoebe Snetsinger, Google doodle (09 Mei 2016) memajang gambar animasi bergerak di tanggal kelahirannya.


Ref :
  1. pikiran-rakyat.com
  2. ketemulagi.com

Read more

Biografi "Ada Lovelace" Programmer Komputer Wanita Pertama di Dunia ( 1815 – 1852 )


Salah satu programmer wanita Dunia yang namanya sudah sangat terkenal di kalangan para programmer adalah Ada Lovelace. Ia adalah legenda programmer dengan karakter yang menawan yang selalu dikenang sepanjang masa.

Program komputer yang kita kenal sekarang ini berawal dari seorang Ada Lovelace bersama Barbbage yang membuat sebuah kode yang bisa menjalankan sebuah mesin.

Ada Loveace disebut sebagai programmer komputer wanita pertama DUNIA.

Lahir dengan nama Augusta Ada Byron dan selanjutnya lebih dikenal dengan nama Ada Lovelace , lahir di London Inggris pada tahun 27 November 1852.

Ayahnya yang bernama Lord Byron adalah seoarang penyair yang cukup terkenal kala itu. Setelah Kedua Orang Tuanya bercerai sebulan setelah Ada Lovelace Lahir, "Ada" tinggal bersama neneknya Judith Milbanke.

Neneknya sangat menyayangi "Ada" bahkan ketika ia sakit lumpuh pada tahun 1831 sang nenek dengan setia menemani "Ada Lovelace". Kasih sayang nenek tercurah sepenuhnya kepada "Ada" setelah Ibunya kurang begitu memperhatikan ADA LOVELACE.


AWAL KARIR ADA LOVEACE


Biografi Ada Lovelace ( 1815 – 1852 )Kemampuan Ada Lovelace mulai terlihat saat berusia remaja (17 tahun). Ia memang tertarik pada bidang MATEMATIKA sejak kecil dan memiliki kemampuan yang luar biasa di bidang tersebut.

Salah seorang guru Ada, Augustus De Morgan, sampai meminta agar ia lebih diarahkan ke bidang tersebut karena De Morgan melihat ada bakat istimewa dalam diri Ada.

Singkat cerita, akhirnya ia bertemu dengan seorang matematikawan asal Inggris ( Charles Babbage ) yang pertama kali mengemukakan mengenai program komputer. Ada tertarik dengan program komputer yang diberi nama "Difference Engine" yang tengah dijalankan oleh babbage.

Sebaliknya Babbage sangat kagum dan terpesona dengan bakat yang dimiliki ADA LOVELACE dan kemudian memberi julukan pada Ada yaitu "The Enchantress of Numbers".

Antara tahun 1842-1843 Ada Loveace menerjemahkan sebuah artikel karangan matematikawan ITALIA Luigi Menabrea yang berisi hal-hal yang berhubungan dengan MESIN,  dari sinilah cikal bakal penemuannya.

Saat ia memperlihatkan hasil terjemahannya kepada Babbage, ia menyarankan untuk menambah catatan sendiri pada artikel tersebut. "Ada" pun menulis catatan tambahan dengan panjang tiga kali artikel aslinya.

Ada lovelace kemudian menerbitkan sebuah artikel yang berisi prediksi tentang sebuah mesin yang bisa digunakan untuk menulis musik yang kompleks, membuat gambar grafis dan memudahkan perhitungan dan ternyata ia memang benar.  Sekarang komputer bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti diatas.

Apa yang dilakukan oleh ADA LOVELACE dalam kajian artikel tersebut merupakan kajian awal dari "program komputer pertama di Dunia" yang juga mengenai algoritma pertama yang dikodekan untuk di proses di mesin.

Tidak hanya itu, "Ada" juga menulis penjelasan awal tentang komputer dan perangkat lunak, serta menambahkan catatan mengenai metode kalkulasi nomor Bernoulli pada mesin yang dikembangkan Babbage tersebut. Karena hal itulah Ada dikenal sebagai "programmer komputer pertama di dunia".

Keberadaan Babbage sangat berpengaruh dalam perkembangan karir Ada Lovelace. Ia banyak memberi saran yang positif dan sangat mendukung "Ada".

Apa yang dihasilkan ADA LOVELACE memiliki peran yang penting untuk perkembangan awal komputer.

KEHIDUPAN ADA LOVELACE


Biografi Ada Lovelace ( 1815 – 1852 )Seperti yang kita ketahui sebelumnya, setelah satu bulan kelahiran Ada Loveace ayah dan ibunya bercerai dan kemudian ia diasuh oleh Ibu dan neneknya. Namun Ibu ADA tidak begitu memperhatikan ADA, hanya neneknya yang mengasuh ADA dengan penuh kasih sayang.

Saat ADA berusia 7 tahun neneknya meninggal dunia dan hal itu membuat ada sedih dan harus menjalani hidup yang susah dan berat. ADA sering mengalami sakit saat masih kecil hingga dewasa.

Ibu ADA merupakan seorang yang cerdas dan ia mengajarkan pada ADA ilmu matematika. ADA lahir dari Ayah dan Ibu yang cerdas namun sayang kehidupan kecil ADA sangat memprihatinkan.

Ayah ada Loveace meninggalkan Inggris untuk selamanya dan meninggal di Yunani ketika Ada berusia 8 tahun. Hal itu tidak diketahui oleh keluarga Ada Loveace.

Ibu ADA mengharapkan supaya anaknya mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang bagus dan ia bersikap keras terhadap ADA akan hal ini. Kesempatan itu tampaknya sirna, karena di  United Kingdom's Universities tidak ada tempat untuk seorang wanita belajar disana.

Namun, bagi gadis-gadis dari golongan orang kaya, keluarga bangsawan bisa dididik sampai tingkat tinggi oleh Guru Privat. Dengan cara inilah Ada memperoleh Pendidikan.

Ibu ADA ingin ia berkonsentrasi untuk mempelajari ilmu matematika dan sains dengan alasan , Itu adalah pelajaran favorit ADA LOVEACE.

Karena masa kecilnya yang cukup memprihatinkan terutama perceraian kedua orang tuanya, Ibunda ADA ingin ia jauh dari dunia Ayahnya seperti : Puisi.

Selain itu Ibunda ADA juga mengarahkan anaknya untuk belajar musik dan bahasa Prancis karena hal itulah yang diinginkan ADA LOVEACE.

Lady Byron sangat ketat terhadap ADA, hal itu bertujuan supaya anaknya mempunyai disiplin yang tinggi dan menjadi orang yang serius tidak seperti Ayahnya.

Ada Loveace kemudian menikah dengan Willian King yang kemudian menjadi Earl of Loveace tiga tahun kemudian. Sebagai seorang ibu dengan tiga anaknya yang masih berusia dibawah 8 tahun, Ada Loveace bukanlah seorang yang manja dan pemalas.

Suaminya sangat mendukung kehidupan "Ada" akan upaya nya dala dunia akedemis, ia bahkan memjalin hubungan sosial dengan pemikir-pemikir dunia seperti Michael Faraday dan Penulis terkenal Charles Dickens.

Kesehatan "Ada" mulai memburuk setelah terserang penyakit kolera pada tahun 1837. Memang sejak lama ia tela menderita ASMA dan sistem pencernaannya mengalami gangguan.  "Ada" diberi Dokter obat penghilang rasa sakit seperti Laudanum dan Opium, namun sejak saat itu kepribadian "Ada" mulai berubah dan sering mengalami halusinasi.

Ada Loveace meninggal pada tahun 1852 dengan usia 36 tahun, sama seperti Ayahnya yang meninggal pada usia 36 tahun juga.  Ia menderita kanker rahim yang parah hingga akhirnya meninggal dunia. Atas permintaanya ia dimakamkan di sisi makam Ayahnya disebelah  di Gereja ST. Mary Magdalene di Hucknall, Nottinghamshire.

Kontribusi "Ada" Loveace terhadap ilmu komputer tidak banyak ditemukan dan diperbincangkan hingga samapi tahun 1950, Catatannya yang diperkenalkan kembali ke dunia oleh B.Y. Bowden yang diterbitkannya kedalam Faster Than Thought. Sebuah Simposium Digital Mesin Komputasi pada tahun 1953.

PENGHARGAAN TERHADAP ADA LOVEACE


  • Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat memberi nama bahasa pemrograman komputernya dengan nama "Ada".
  • Pada tahun 2008, British Computer Society menggelar kompetisi ilmu komputer bagi siswa perempuan secara rutin tiap tahunnya dan menamai medalinya dengan nama “Ada”.
  • Setiap pertengahan Oktober, digelar acara “Ada Lovelace Day”, sebuah acara yang bertujuan untuk mengingkatkan kemampuan perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika.

Referensi :
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Ada_Lovelace
  2. https://www.agnesscott.edu/lriddle/women/love.htm
  3. http://www.famousscientists.org/ada-lovelace/
  4. http://www.biography.com/people/ada-lovelace-20825323
Read more

Biografi Linus Tovards Programmer Pembuat Kernel Linux

Nama Linus Tovards menjadi terkenal setelah berhasil membuat kernel sistem operasi Linux. Sistem operasi komputer yang berbasis open source ini terus mengalami peningkatan dalam jumlah pengguna , pengembang serta dukungan dari produsen IT Dunia seperti IBM ,HP,DELL dan SUN.

Lalu siapakah Linus Tovards itu ?


Lahir dengan nama Linus Benedict Torvalds di Helsinki Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Mahasiswa Universitas of Helsinki , Finlandia itu berhasil membuat kernel linux yang kemudian ia bagikan melalui internet dan memperoleh respon yang baik dari para programer.

Nama Linus Torvads kemudian digunakan sebagai nama Sistem Operasi Komputer buatannya yaitu LINUX.

Tak perlu menunggu lama sejak dibagi-bagikannya  kernel linux buatan Linus Torvalds melalui internet ( 1991 ) maka Linux segera memperoleh banyak pendukung dan pengembang.

Jadi bapaknya Linux ya ini si Linus Tovarlds , bila Anda mencari programmer top dunia maka jangan lewatkan nama yang satu ini ya,."LINUS TORVALDS"

Biografi Linus Tovards Programmer Pembuat Kernel Linux


Awal kehidupan Linus Torvalds


Memang sudah jadi hobi dari Linus dalam dunia pemrograman komputer , ia sudah menggelutinya sejak usia 10 tahun. Waktu itu ia menggunakan komputer milik kakeknya "Commodore VIC-20.

Sejak masuk bangku kuliah di Universitas of Helsinki , ia mempelajari bahasa pemrograman C pada tahun 1990 dan pada tahun 1991 ia mulai menguatak-atik komputer PC pertamanya.

Awalnya PC yang dimiliki Linus menggunakan MS-DOS Sistem, namun linus lebih suka menggunakan UNIX seperti yang digunakan pada komputer Universitas.

Tidak puas dengan sistem operasi komputer yang dimilikinya, ia kemudian membuat versi baru dari sistem operasi Unix dan setelah berbulan-bulan lamanya akhirnya membuahkan hasil.

Nama Linux merupakan perpaduan dari Linus dan Unix, sedangkan logo yang digunakan Linux memiliki nama "TUX" yang merupakan kependekan dari Torvalds Unix.

Logo TUX yang bergambar hewan penguin sedang bersantai ini merupakan ide dari seorang seniman yang benama Larry Ewing lalu James Hughes memilih logo tersebut dan didaftarkan untuk menghindari pemalsuan.

Perkembangan Linux dan karir Linus Tovarlds


Sejak dikeluarkannya kernel linux pada tahun 1991 , Linux terus mengalami kemajuan , perkembangan dan perbaikan serta modifikasi Sistem dari para programmer dunia.

Linus Torvalds pun merasa senang karena kernel linux dapat diterima kalangan pengguna komputer di seluruh dunia.

Meskipun pada awalnya linux merupakan sistem operasi yang sulit digunakan bila dibandingkan dengan windows maupun Mac-OS, namun seiring perkembangan, kini OS-Linux sudah memiliki tampilan yang user- friendly ( Mudah untuk digunakan ). Linux menjadi semakin digemari dan banyak pengguna Windows maupun MAC -OS yang beralih ke Sistem Operasi Linux.

Linux berkembang pesat karena dukungan dari para pengembang di seluruh dunia. Linus Torvalds sendiri tidak menyangka bila kernel linux buatannya dapat berguna banyak bagi kalangan pengguna komputer.

Kini linus Torvarlds semakin bersemangat untuk terus mengembangkan dan Memperbaiki sistem Linux dan Ia sangat senang linux buatannya dapat mendatangkan penghasilan bagi para pengembang di seluruh dunia.

Pada akhir tahun 1990 -an kompetitor microsoft mulai melirik linux dan mengembangkan sistem operasi tersebut secara serius. Perusahan Netscape communication, Corel, Oracle, Intel dan perusahaan-perusahaan lain mengumumkan bahwa mereka berencana untuk men-suport Linux sebagai alternatif yang tidak semahal Windows.

Tahun 1999 Linus Torvalds mengerjakan proyek rahasia di perusahaan Transmeta Corp. yang dimiliki oleh salah satu pendirinya yaitu Paul Allen. Pada tahun ini pula sistem operasi linux telah digunakan pada 7 juta komputer.

Linux lalu meninggalkan perusahaan Transmeta dan kini tinggal bersama istri dan 3 orang anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs.

Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 miliar baris kode.

Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.

Meskipun Linus Torvalds bukan yang pertama dalam hal membagi-bagikan source kode program , namun ia berhasil menetapkan standar yang memaksa  banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.

Pribadi Linus Torvalds


Linus Torvarlds seorang yang sederhana dan rendah hati. Sewaktu muda ia dikenal sebagai pemuda yang pendiam. Meskipun gajinya tidak begitu wah (untuk ukuran programmer top Dunia), kisaran ratusan ribu dollar pertahun , namun ia bangga telah membuat banyak orang menjadi milyader lewat kernel linux temuannya tersebut.

redHat, Suse, Debian, Mandrive , Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. 

Pribadinya banyak disukai oleh kalangan programmer, sederhana , ramah dan tidak sombong. Hal tersebut dapat kita lihat saat ia menghadiri suatu kenferensi IT. Ia datang terlambat dalm konferensi tersebut, namun ia tidak segan untuk duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu - sendal kesukaannya.

Biografi Linus Tovards Programmer Pembuat Kernel Linux

Linus Torvalds juga seorang yang penyabar, tatkala ia di interupsi oleh beberapa programmer BSD saat sedang berpidato, ia menunjukkan sikap yang tenang. Kala itu programmer BSD mengklaim bahwa kernel BSD jaug lebih hebat ketimbang kernel linux, namun Linus Torvalds tidak marah karenanya.

Bahkan ia memakai T-Shirt BSD yang di kasih programmer BSD dan melanjutkan pidatonya.

Linus hanya ingin berbagi kepada khalayak umum dalam pemakaian sebuah software yang bersifat terbuka. Setiap kata-kata Linus Torvalds hampir menjadi panutan bagi para linuxer untuk membuat standar tertentu pada linux.

Pada 24 April 2012, Linus terpilih sebagai salah satu dari dua penerima penghargaan Millennium Technology Prize 2012, sebuah penganugerahan sekelas penghargaan Nobel di dunia teknologi.

Referensi :
  1. http://pintarkomputer.com/
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds
Read more

Kisah Pedang Zulfikar Bersama Sayyidina Ali Bin Abi Tholib

Pedang merupakan salah satu senjata perang yang digunakan pada era sebelum adanya senjata api. Kisah menarik dari sebuah pedang mungkin akan menjadi hal yang tak terlupakan bagi pemiliknya bahkan akan melegenda sampai akhir nanti.

Seperti pedang ZULFIKAR milik Rosululloh SAW yang kemudian diwariskan kepada orang terdekatnya , sahabat , keponakan sekaligus menantunya yaitu Ali Bin Abi Tholib. 

Rosululloh Muhammad SAW memberikan pedang kepada Ali Bin Abi Tholib karena pedang milik Ali patah saat bertempur di medan perang.

Kisah Pedang Zulfikar Bersama Sayyidina Ali Bin Abi Tholib
Gambar : globalmuslim

Kisah Pedang Zulfikar Bersama Sayyidina Ali Bin Abi Tholib
Gambar : dream.com
Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti akan bentuk asli dari pedang Zulfikar ini, namun gambaran bentuk dari pedang ini adalah seperti gambar diatas.

Lalu apa yang menarik dari pedang zulfikar ini ?


Setiap pedang memiliki ciri khas masing-masing, biasanya si empunya pedang memberi nama pada pedang tersebut. Seperti pedang milik Rosululloh SAW dan Ali Bin Abi Tholib ini diberi nama Zulfikar yang memiliki kisah yang akan selalu dikenang sampai akhir zaman. Zulfikar sendiri memiliki arti Zul=" Pemilik " dan Fiqar=" Ketajaman ".

Menurut penelitian belum ada yang mampu membuat pedang seperti pedang Zulfikar. Pedang Zulfikar mampu membelah batu hanya dalam satu tebasan itulah keistimewaan dari pedang ini.

Bentuk pedang zulfikar panjang melengkung dengan ujung yang terbelah dua (bermata dua) dan terdapat tulisan arab di badan pedang. Sarung pedang Zulfikar terbuat dari logam sepuh berwarna keemasan.

Kisah Pedang Zulfikar Bersama Sayyidina Ali bin Abi Tholib


Mungkin sobat buko-moto sering mendengan slogan :


"Tidak ada pedang, setajam pedang  Zulfikar dan tidak ada pemuda yang setangguh Ali bin Abu Thalib".

Itulah kiranya gambaran mengenai pedang Zulfikar dan Pemiliknya. Slogan tersebut selalu didengung-dengungkan umat muslim saat ketika perang uhud.

Saat Perang badar berkecamuk , korban yang meninggal dari kaum Quraisy berjumlah 70 orang dan kaum Quraisy menderita kekalahan. Dari 70 korban kaum Quraisy konon kabarnya sepertiga jumlah korban merupakan persembahan dari Pedang Zulfikar Ali Bin Abi Tholib

Dalam perang Khandak ada seorang juwara yang terkenal tangguh bangsa Quraisy yaitu Amru bin Wud Al'Amiri. Dengan angkuhnya ia menantang kaum muslimin untuk duel dengannya. Setelah meminta izin kepada Rosululloh SAW untuk melawan Amru bin Wud Al'Amiri , Ali bin Abi Tholib pun bersiap dengan pedang ZULFIKAR yang terhunus siap menghadapi Amru bin Wud Al'Amiri.

Meskipun Amru bin Wud Al'Amiri mengejek Ali bin Abi Tholib yang waktu itu masih muda usia , namun Ali bin Abi Tholib tidak gentar dan membalasnya dengan kata-kata yang membangkitkan semangat perang.


  • AMRU : Siapakah kamu hai anak muda?
  • ALI : Aku adalah Ali.
  • AMRU : Kamu anak Abdul Manaf?
  • ALI : Bukan Aku anak Abu Tholib.
  • AMRU : Kamu jangan maju kesini hai anak saudaraku, kamu masih kecil , aku menginginkan yang lebih tua darimu karena aku pantang menumpahkan darahmu.
  • ALI : Jangan sombong dulu hai Amru! Aku akan  buktikan bahwa aku dapat merobohkan-mu hanya dalam  beberapa detik saja  dan aku tidak segan-segan  untuk menghantarkan-mu ke liang kubur.


Amru bin Wud Al'Amiri mendadak menjadi marah dan menghunuskan pedangnya ke arah Ali lalu menyerang Ali secara tiba-tiba. Ali bin Abi Tholib menangkis serangan Amru dengan tameng yang terbuat dari kulit binatang sehingga pedang Amru tertancap di tameng tersebut.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan cepat Ali menghantamkan pedang Zulfikar pada tengkuk Amru hingga  ia tersungkur ke tanah dan bersimbah darah, dan hal itu membuat kaum kafir Quraisy lainnya lari tunggang langgang.

Ketika Ali bin Abi Tholib ditunjuk oleh Rosullulloh untuk memimpin perang menembus benteng Khaibar ,  Ali tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh Rosululloh SAW.

Dengan penuh semangat Ali mendekati Benteng Khaibar dan memusatkan pasukannya pada sebuah batu karang dekat Benteng. Setelah siap untuk menyerang , ALI memberikan komando kepada pasukannya untuk menembus Benteng Khaibar dan terjadilah perang yang sengit antara Orang Muslim dan Orang Yahudi.

Ali memainkan pedang Zulfikarnya untuk menumpas pasukan musuh. Tidak ada yang selamat dari tebasan pedang Zulfikar tersebut.

Perang yang sangat sengit membuat Ali harus mengerahlan seluruh kemampuannya , hingga pada suatu ketika orang yahudi berhasil mengarahkan pedangnya dengan cepat ke arah Ali , Namun dengan sigap Ali menangkis serangan tersebut dengan tamengnya , sayang tameng milik ALI terjatuh lalu dengan cepat ia meraih sebuah pintu besi besar yang ada di dekatnya untuk dijadikan tameng.

Ali menggunakan Pintu Besi Besar tersebut hingga perang yang dimenangkan kaum muslimin itu usai.

Abu Rofi' seorang sahabat yang ikut perang itu menyatakan,"Aku telah menyaksikan dengan mata  kepalaku sendiri bagaimana Ali bin Abu Thalib mencabut pintu besi yang   besar itu untuk dijadikan  tameng-nya, Setelah tameng-nya terjatuh  dari tangannya." Kemudian setelah perang usai,  ada  delapan orang  laki-laki, salah seorang diantaranya adalah aku sendiri,  yang berusaha untuk menggotong dan menempatkan kembali  pintu besi itu ke tempat semula, tetapi  mereka tidak mampu untuk melakukannya karena terlalu berat."

Pedang Zulfikar Sekarang


Pedang Zulfikar sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Setelah Ali bin Abi Tholib wafat, pedang Zulfikar diwariskan kepada putranya Husayn. Namun setelah Sayyidina Husayn wafat, pedang tersebut menghilang entah kemana.

Riwayat lain mengatakan bahwa :

Setelah Sayyidina Ali pulang kerahmatullah, pedang ini berpindah dari satu tangan ke tangan lain hingga sampai ke tangan Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi kemudian ke tangan Al-Hadi dan akhirnya ke tangan Khalifah Harun Al-Rashid. Kemudian pedang ini dipinjamkan kepada Yazid bin Mizyad Ash-Shaibani waktu diutus untuk membasmi pemberontak yang dipimpin oleh Al-Walid bin Tharif Ash-Syaari.

Setelah Harun Al-Rashid pulang kerahmatullah, pedang ini dipegang oleh Khalifah Al-Muqtadir dan beliau pernah menggunakan pedang ini untuk memerangi Mu'nisul Muzhaffar sewaktu mengepung kota Baghdad. Setelah kota Baghdad runtuh pada masa Khalifah Al-Mustanshir, pedang ini jatuh ketangan khalifah-khalifah Fatimiyyah.

Kemudian pedang ini dikembalikan ke khalifah di Baghdad. Namun pada masa pemerintahan Sultan Salim saat terjadi banyaknya kekerasan di Kota Baghdad, hilanglah pedang yang penuh bersejarah ini.

Pada tahun 2014 , seorang pemuda di Yaman mengklain telah menemukan pedang Zulfikar dan Alquran tertua di dunia di sebuah gunung sebelah selatan kota Dhale. Namun hal itu perlu dibuktikan kebenarannya.

Saat diadakannya  Pameran Islamic Fair di aula Skodam V Brawijaya Kota Malang yang menunjukan REPLIKA sejumlah pedang milik Rasululloh SAW, pedang Zulfikar mendapat perhatian lebih dari pengunjung pameran.

Mereka rela antri untuk ikut berfoto dengan pedang legendaris milik Ali Bin Abi Thalib yang telah terkenal keampuhannya. Pedang milik Ali bahkan masuk dalam jajaran pedang hebat milik tokoh populer dunia seperti Pedang Excalibur milik Raja Arthur dari Inggris.

Kisah pedang Zulfikar memang panjang dan terdapat beberapa versi hilangnya pedang hebat ini. Namun dibalik semua itu pedang Zulfikar merupakan legenda dan mendapat tempat yang tinggi dikalangan umat muslim.

Referensi :
  1. http://monster-bego.blogspot.com/
  2. http://nasional.news.viva.co.id/
  3. http://www.sayangi.com/
  4. http://kelabpewariszulfaqar.blogspot.com/
Read more

Programmer muda Dunia "Nick D'Aloisio"

Programmer adalah seseorang yang ahli dibidang komputer, merancang dan membuat sebuah program, aplikasi atau software yang digunakan di dalam komputer. Secara lengkap Programmer dapat diartikan sebagai berikut yaitu :

Seseorang yang melakukan penulisan dan pengubahan script atau kode dari sumber sehingga dapat membentuk suatu program. Penyuntingan kode sumber meliputi proses pengetesan, analisis, pembetulan kesalahan, pengoptimasian algoritma, dan normalisasi kode.

Sebagian orang yang menyukai dunia komputer, biasanya sedikit banyak mereka menguasai bahasa pemrograman antara lain : C++,Java,Visual Basic, Fortran,PHP, HTML dll..

Komputer sebagai perangkat yang sangat mobile, dan bisa terdapat dimana saja bahkan diruang yang kecil sekalipun. Menjadikan alat ini begitu populer dikalangan anak muda maupun orang dewasa bahkan anak-anak. Kegiatan di depan komputer bisa sangat menyita waktu bahkan bisa sampai lupa waktu. Tentu saja hal ini harus bisa dikendalikan agar tidak sampai mengganggu aktivitas keseharian kita yang lain.

Bagi seorang programmer, hal diatas sudah menjadi kebiasaan mereka untuk menghabiskan waktu berjam-jam, seharian didepan layar komputer. Memang pekerjaan seorang programmer bukanlah pekerjaan yang mudah karena memerlukan dasar logika yang kuat untuk membuat sebuah program komputer. Bagi sebagian orang ini merupakan tantangan tersendiri untuk mengasah kemampuan mereka dalam membuat sebuah program.

Banyak programmer yang sukses dengan program yang mereka buat bahkan ada yang bernilai sampai milyaran Rupiah untuk sebuah program. Namun banyak pula programmer yang memberikan program komputer yang mereka buat secara cuma-cuma untuk digunakan secara bebas di kalangan pengguna komputer.

Berikut salah satu programmer muda berbakat dunia yang sukses dengan program yang mereka buat :

Nick D'Aloisio


Pemuda dengan bakat hebat ini lahir di London Inggris tahun 1995 dari pasangan suami istri Lou Montilla (wakil presiden di UK Morgan Stanley) dan Diana D'Aloisio ( Seorang pengacara ). Tak lama kemudian mereka pindah ke Australia dan selanjutnya mereka tinggal di Melbourne dan Perth. Namun saat mereka berumur 7 tahun mereka kembali lagi ke Inggris dan London menjadi tempat tinggal mereka hingga Nick D'Aloisio berusia dewasa.

Nick D'Aloisio Programmer muda Dunia


Meskipun kedua orang tuanya bukan seorang yang ahli komputer, D 'Aloisio mulai tertarik pada sistem kerja komputer sejak masih kecil. Saat usianya masih 5 tahun, D 'Aloisio sangat tertarik dengan sistem galaksi dan matahari sehingga ia hafal seluruh konstelasi.

Ia bersekolah di King's College School di Wimbledon, London. Sebuah sekolah swasta yang terkemuka di Inggris dimana kebanyakan siswa dari sekolah tersebut adalah laki-laki dan di sekolah ini ia menerima beasiswa akademik. Setelah menyelesaikan Ujian tingkat A di tahun 2014, Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Oxford.

Minatnya tak terbatas pada komputer. Di sekolahnya, King’s College School, Wimbledon, ia belajar A-levels (persiapan masuk perguruan tinggi) untuk matematika, fisika, dan filsafat. Ia belajar bahasa Rusia dan Mandarin serta bercita-cita kuliah PPE (filsafat, politik, dan ekonomi) di Oxford. Pendidikan itu merupakan hal yang menarik, mungkin tidak hanya D'Aloisio tapi demikian juga bagi kita.

Di luar urusan komputer dan bisnis, ia berkumpul dengan teman- teman pada akhir pekan untuk main rugbi dan kriket.

Pada usia 9 tahun, D'Aloisio mendapat komputer pertamanya. Pada usia 10 tahun, ia mulai menguatak-atik software pembuat film dan pada umur 12 tahun, ia mulai belajar coding atau bahasa pogram komputer.

Komputer pertamanya adalah MacBook Pro, di mana dia belajar iMovie, Final Cut Pro dan sebagainya karena ingin membuat video yang bagus. Orang tuanya mendukung secara penuh dan memberi fasilitas. Di tahun 2007 ketika usianya 12 tahun, dia dibelikan iPhone. Nick pun semakin tertarik terhadap teknologi dan aplikasi perangkat mobile. Setelah memiliki iPhone, terbersit di pikiran Nick untuk membuat aplikasi sendiri. Dia mendownload iPhone development kit dan mendesain software pertamanya, yaitu aplikasi musik bernama SongStumblr. Berlanjut aplikasi keduanya yang bernama FingerMill. Kemudian Nick membuat aplikasi yang dinamakan Facemood, aplikasi yang menganalisis timeline Facebook untuk menentukan mood pengguna.

Pada usia 15 tahun, Nick mulai membuat aplikasi untuk meringkas artikel. Waktu itu, ia kerepotan saat mencari artikel-artikel yang dibutuhkan di internet. Untuk mencari artikel yang dibutuhkan, ia harus membuka banyak sekali artikel.Ternyata kerepotan yang dihadapi Nick malah menimbulkan ide untuk membuat aplikasi yang bisa menyaring informasi secara otomatis.

Aplikasi tersebut diberi nama TRIMIT, yaitu sebuah aplikasi iOS yang dapat meringkas konten web agar lebih singkat untuk digunakan di berbagai media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Tumblr. Trimmit adalah versi awal Summly. Sejak diluncurkan di App Store tahun 2011, Trimit langsung diunduh jutaan kali.Hal itu menarik perhatian jutawan-jutawan dunia, seperti Li Ka-shing dari Hongkong, raja media Rupert Murdock, dan beberapa investor lainnya untuk memberikan modal bagi pengembangan aplikasi ini. Dengan sumbangandana dari para jutawan ini, Nick yang baru >15 tahun sudah bisa menyewa kantor dan menggaji karyawan. Pada November 2012, Nick meluncurkan Summly yang merupakan pengembangan dari Trimit.

Nick sendiri mempunyai misi untuk mengendalikan informasi yang sangat banyak bertebaran di dunia maya. Itu sebabnya dia membuat aplikasi semacam Trimmit atau Summly. Kesuksesan Trimmit membuat nama Nick semakin terkenal. Hingga menarik para investor besar.

Nick D 'Aloisio kemudian menjadi terkenal karena program buatannya yang bernama Summly, yang merupakan summarization, teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan dengan SRI International, dan waktu itu umurnya baru 15 tahun.

Sejak Marissa Mayer menjadi CEO, Yahoo kian gencar melakukan kebijakan akuisisi untuk memperluas bisnisnya. Dan Summly ternyata masuk dalam daftar incaran Yahoo dan akhirnya Summly resmi dibeli Yahoo pada tahun 2013. Diperkirakan, nilai akuisisi Yahoo pada Summly senilai USD 30 juta atau di kisaran Rp 291 miliar. Selain itu, dia juga direkrut menjadi pegawai Yahoo termuda. Pada usia 15 tahun, Nick menciptakan aplikasi Summly dirumahnya di London. Aplikasi ini tercipta dengan visi kita hidup di dunia dengan informasi konstan dan kita perlu cara untuk menyederhanakan bagaimana kita menemukan sesuatu yang penting bagi kita. Nick berharap aplikasinya bisa mencapai lebih banyak penggemar mobile apps diluar dan ia pun berharap tetap bekerja di Yahoo selama diperlukan untuk membuat teknologinya diintegrasikan.

Nick sangat mengidolakan pendiri Apple, Steve Jobs. Ia sudah membaca habis biografinya. Salah satu sikap yang ingin ditirunya dari Jobs adalah mengontrol semua aspek dari produknya dan Nick ingin memastikan semuanya masih dalam visi sejatinya.

Ia juga dianugerahi Innovator of the Year di kota New York oleh Wall Street Journal untuk karyanya pada Summly dan di Yahoo. Tak ketinggalan majalah TIME 'Time 100' juga mencatat namanya sebagai salah satu remaja paling berpengaruh di dunia,dan diprofilkan dalam Secrets of Genius pada publikasi mereka. Saat ini D'Aloisio sedang menempuh pendidikannya di Hertford College, Universitas Oxford Inggris di mana ia belajar Ilmu Komputer dan Filsafat. Pada saat yang sama ia juga menjabat sebagai pemimpin penting Yahoo News Digest, yang diluncurkan di CES 2014 dan memenangkan 2014 Apel Design Award di WWDC untuk keunggulan teknologi dan produk.

Keyakinan yang teguh dan penuh optimisme akan banyak membuahkan kegiatan-kegiatan yang positif. Internet memang memudahkan setiap orang yang memiliki ide brilian untuk sukses meskipun ia juga telah membuat bisnis inovasi yang lebih kompetitif. Sebagai generasi yang lebih muda kita harus lebih berani meluncurkan sesuatu yang baru, inovasi, ide serta kreatifitas agar tidak kalah dengan yang lainnya dan banyak organisasi bisnis yang memberikan jalan bagi para generasi muda untuk memupuk segala kemampuannya. Seperti Nick D’Aloisio yang menggunakan jalan yang sederhana, yaitu dengan memanfaatkan App Store untuk menjangkau ribuan konsumennya dan mendapatkan produk di depan investor besar dunia. Kepercayaan diri yang begitu besar dalam diri para generasi muda saat ini menjadi alasan atas optimisme yang besar untuk bisa mencapai puncak sukses dengan mengajarkan entrepreneurship dijenjang sekolah. Kita tak perlu meninggalkan bangku pendidikan formal untuk dapat berinovasi, tetapi kita tampaknya harus mengubah pemikiran kita. Dan Nick D’Aloisio telah mengajarkan kita bahwa kita berada di awal era inovasi yang semakin menjanjikan.

Sekian-Terima kasih. Semoga artikel ini menambah wawasan dan pengetahuan kita.

Referensi :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Nick_D%27Aloisio
  2. http://www.slideshare.net/Titis-suwartiningsih/nick-daloisiodeveloper-aplikasi-remaja-dari-inggris
Read more

Joe Hin Tjio Penemu jumlah kromosom sel darah Manusia

Joe Hin Tjio lahir di Indonesia (di Jawa) pada tanggal 02 November 1919. Kelurganya merupakan keturunan Tionghoa yang hidup pada zaman Hindia Belanda. Saat masih kecil Tjio sering membantu ayahnya yang berprofesi sebagai Fotografer.

Tjio menuntut ilmu dari pendidikan dasar hingga menengah di sekolah penjajahan belanda dimana di sekolah ini ia mempelajari berbagai macam bahasa diantaranya : Perancis, Jerman, Inggris, dan Belanda dan tentu saja Bahasa Indonesia. Setiap siswa di sekolah ini memang diharuskan untuk menguasai bahasa tersebut. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Ilmu Pertanian Bogor, disana ia mendalami ilmu di bidang pertanian dan memusatkan penelitiannya pada pengembangan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit dan penelitian terhadap pemuliaan kentang. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.

Joe Hin Tjio Penemu jumlah kromosom sel darah Manusia

Ketika terjadi Perang Dunia II pada tahun 1942 saat balatentara Jepang menyerbu Indonesia, Tjio dipenjara selama 3 tahun oleh kolonial Jepang yang ketika itu berkuasa di Indonesia. Tjio mendekam di kamp konsentrasi dan mengalami berbagai macam siksaan akibat memberikan bantuan medis kepada penduduk yang membutuhkan. Kejadian itu akhirnya menjadi trauma dalam kehidupan selanjutnya. Setelah perang usai, dia berlayar menggunakan perahu Palang Merah yang diperuntukkan bagi pengungsi untuk berlayar ke Belanda. Negara tersebut menyediakan beasiswa untuknya di Eropa.

Pada 3 bulan pertama, Tjio mendapatkan bantuan dari kerabat teman-teman yang pernah ditolongnya di penjara dan kemudian, dia dapat melanjutkan pekerjaannya di bidang pemuliaan tanaman (plant breeding) di kota Royal Danish Academy, Copenhagen selama 6 bulan.

Tjio mendapatkan kesempatan dari pemerintah Spanyol untuk bekerja pada program pengembangan tanaman mereka. Dia mengepalai penelitian sitogenetika di Zaragoza dan pada setiap masa liburan, Tjio pergi ke Universitas Lund, Swedia, di mana ia memulai kerjasama untuk mempelajari jaringan sel mamalia dengan Institute of Genetics yang dikepalai Albert Levan. Penelitian sejak itu makin meluas hingga ke jaringan hewan mamalia.

Di Universitas Lund inilah, Tjio bertemu dengan Inga Bjorg Arna Bildsfell, seorang ilmuwan di bidang botani dan geologi yang sedang menempuh pendidikan doktoralnya di univesitas yang sama. Pada tahun 1948, dia menikah dengan Inga dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Yu-Hin Tjio.

Ia melanjutkan kembali studinya mengenai cytogenetik tanaman dan serangga hingga menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kemudian Tjio menghabiskan waktu 11 tahun di Zaragoza setelah pemerintah Spanyol mengundangnya untuk melakukan studi dalam program peningkatan mutu tanaman. Di sela-sela liburannya, Tjio pun nyambi riset di Institute of Genetics di Lund Swedia dan tertarik untuk meneliti jaringan sel mamalia. Di sinilah penemuannya yang menghebohkan itu ia lakukan.

Penemuan 23 Pasang Kromosom Manusia


Pada tahun 1921, Theophilus Painter secara tidak sengaja menemukan cara untuk mengamati dan menghitung jumlah kromosom pada manusia. Dia mengamati sel testis dari dua pria kulit hitam yang meminta dikebiri dengan cara membuat sayatan tipis dan diproses dengan larutan kimia. Setelah diamati di bawah mikroskop, Painter menemukan adanya serabut-serabut kusut yang ternyata adalah kromosom tak berpasangan pada sel testis dan jumlahnya 24 pasang. Selama hampir 30 tahun, para ilmuwan menyakini temuan tersebut dan mereka juga melakukan penghitungan dengan cara lain yang juga mendapatkan hasil 24 pasang kromosom manusia.

Tjio sedang mencoba mempelajari kromosom manusia dan tanpa sengaja pada pagi hari 22 Desember 1955 terjadi penemuan luar biasa. Tjio menggunakan suatu teknik yang baru ditemukan untuk memisahkan kromosom dari inti (nukleus) sel dengan menggunakan teknik untuk pemisahan kromosom pada sediaan gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu dari Universitas Texas di Galveston, Tjio melakukan perbaikan bagi teknik itu. Ternyata metode barunya itu mampu menghitung dengan tepat jumlah kromosom manusia yang ada pada jaringan embryonic paru-paru manusia sebanyak 46 bukan 48 seperti yang diperkiraan para ilmuwan pada masa itu. Ia merupakan salah satu peletak pondasi cytogenetik modern –ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan aktifitas kromosom serta mekanisme hereditas– sebagai sebuah cabang utama ilmu genetika. Penelitiannya yang lain pada tahun 1959 membawa pada penemuan bahwa orang-orang yang terkena Down Syndrome memiliki tambahan kromosom dalam sel-sel mereka.

Tjio kemudian menuliskan temuannya dalam Scandinavian journal Hereditas, pada 26 January 1956. Di masa itu, merupakan suatu kewajiban di Eropa untuk menuliskan nama kepala lab sebagai penulis utama sebagai pengakuan/penghormatan atas bimbingan dan dukungan yang diberikan lab tersebut, namun Tjio menolak untuk melakukannya. Dia mengancam akan membuang karyanya bila tidak ditempatkan sebagai penulis utama pada jurnal temuan tersebut hingga akhirnya nama Tjio tercantum sebagai penulis utama (first author), sedangkan Albert Levan sebagai penulis pendamping (co-author).

Teknik yang dikembangkannya untuk pengamatan kromosom pada manusia merupakan salah satu temuan besar di bidang sitogenetika (cabang ilmu genetika yang mempelajari hubungan antara hereditas dengan variasi dan struktur kromosom). Tjio membantu pengembangan sitogenetika menjadi salah satu bidang penting dalam bidang medis pada tahun 1959 seiring dengan penemuan kromosom tambahan pada penderita sindrom down yang menghasilkan. Dia menunjukkan bahwa ada kaitan antara kromosom abnormal dengan penyakit tertentu.

Setelah penemuannya mengenai jumlah tepat kromosom manusia, Tjio sering mendapatkan undangan untuk mengajar atau membawakan seminar. Pada kongres internasional mengenai genetika manusia (International Human Genetics Congress) di Copenhagen tahun 1956, Tjio mendapatkan tawaran untuk pindah dan bekerja di Amerika Serikat dari Herman Muller, peraih Nobel di bidang genetika dan profesor di Universitas Indiana. Awalnya, Tjio sempat menolak sebelum pada akhirnya ia menyetujui untuk mengembangkan penelitiannya di Universitas Colorado pada tahun 1957. Beberapa saat kemudia, dia bergabung dengan Institut Nasional Artritis dan Laboratorium Penelitian Patologi terhadap Penyakit Metabolik di Bethesda, Maryland - Amerika Serikat. Bersama dengan Institut Kesehatan Nasional Amerika (National Institutes for Health), Tjio mengembangkan penelitiannya mengenai kromosom dan mempelajari lebih dalam kaitannya dengan leukimia dan keterbelakangan (retardasi) mental.

Pada tahun 1958 Tjio pergi ke Amerika Serikat dan pada 1959 ia begabung menjadi staf National Institute of Health di Bethesda, Maryland, AS. Dia menerima gelar Ph.D. di biofisika dan Sitogenetika dari University of Colorado. Di sini ia mengabdikan diri dalam riset kromosom manusia. Di sisa 37 tahun terakhir karirnya, Tjio bekerja di NIH (National Institute of Health) Washington. Di sana Tjio mengkompilasi koleksi-koleksi foto-foto ilmiah yang mendokumentasikan penelitian-penelitiannya yang luar biasa. Ternyata bakat fotografi terpendamnya tersalurkan juga di NIH.

Prestasi Tjio pun tak bisa dipandang remeh, bahkan sangat membanggakan. Pada tanggal 6 Desember 1962 Presiden AS, John F. Kennedy menganugerahi dirinya penghargaan International Prize Award winner of Joseph P. Kennedy, Jr Foundation. Penghargaan itu diberikan kepada Tjio atas risetnya mengenai keterbelakangan mental.

Pada Februari 1992, Tjio pensiun dengan status sebagai ilmuwan emeritus. Pada usianya yang ke-78 (1997), Tjio berpindah dari tempat tinggalnya di dekat NIH ke Asbury Methodist Village, suatu kompleks pensiunan di daerah Gaithersburg, Maryland. Hingga tutup usia tanggal 27 November 2001, 25 hari setelah ultahnya yang ke-82 di Gaithersburg, Maryland, Amerika. Kita boleh berbangga sekaligus prihatin, bangga karena ilmuwan kelahiran Indonesia mampu memberi sumbangsih besar untuk ilmu pengetahuan, tapi juga prihatin karena di negeri kita ‘belum’ menjadi tempat bagi ilmuwan luar biasa.

Banyak potensi besar orang-orang cerdas yang kurang diperhatikan, sehingga mereka ‘dibajak’ oleh negara lain yang sudah maju dan mau menghargai kehebatan mereka, bahkan sejak mereka masih sangat muda. Tentu sayang jika orang hebat seperti Joe-Hin Tjio yang lahir di Jawa pada akhirnya dikenal sebagai ahli genetika Amerika.

Sekian-terima kasih.

Referensi :
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Joe_Hin_Tjio
  2. https://raviiramadhan.wordpress.com/2011/10/16/biografi-joe-hin-tjio-penemu-kromosom-manusia-berjumlah-23-dari-indonesia/
Read more

Khoirul Anwar Penemu 4G LTE

Pria kelahiran Kediri pada tanggal 22 Agustus 1978 dengan nama Khoirul Anwar dikenal sebagai pemilik paten teknologi broadband (atau teknolgi 4G lte) yang kemudian menjadi standar internasional. Pria yang dibesarkan pada lingkungan keluarga yang sederhana ini, merupakan salah satu tokoh penemu Indonesia yang diakui dunia.

Dr. Eng. Khoirul Anwar penemu 4G LTE

Riwayat Hidup Dr. Eng. Khoirul Anwar


Sejak kecil, Khoirul punya minat tinggi terhadap sains. Hampir semua buku-buku sains dilahapnya. Di sela-sela waktu belajarnya, Khoirul kecil sangat suka membaca buku teori ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Michael Faraday, bahan bacaan yang terbilang 'berat' bagi anak sesusianya. Putra pasangan suami istri Sudjiarto dan Siti Patmi ini bermimpi tinggi ingin menjadi the next Einstein dan Faraday yang bisa menciptakan teori baru.

Ketika Choirul baru lulus SD (Negeri Juwet 2) pada tahun 1990, Ayahnya (Sudjiarto) meninggal dunia karena sakit. Sejak saat itu Ibunya (Siti Patmi) berusaha keras untuk menyekolahkannya di SMP Negeri 1 Kunjang (1993). Mungkin sudah jalan nasibnya Choirul, meskipun miskin tapi ada saja jalan untuk melancarkan kehidupannya, Misalnya : Saat melanjutkan sekolahnya SMA Negeri 2 Kediri (1996), ada yang menawarkan kos gratis kepadanya, tentu saja hal ini tidak di sia-siakan oleh Choirul.

Ketika kuliah di ITB Bandung, ia mendapatkan beasiswa selama 4 tahun berturut-turut, hal ini membuat orang tua Choirul tidak perlu mengirimkan uang lagi untuk biaya kuliah dan uang saku. Sejumlah prestasi telah diraihnya di dunia pendidikan diantaranya:

  • Lulus dengan predikat cumlaude pada tahun 2000
  • Wisudawan terbaik fakultas teknologi industri (FTI)
  • Tiga wisudawan terbaik se-ITB tahun 2000

Sebagai bentuk penghargaan Khoirul didaulat menjadi pembicara pada wisudawan ITB, Oktober 2000

Saya bertekad agar jangan sampai dipulangkan karena gagal. Jadi saya memutuskan pindah universitas lain di Jepang, di NAIST,” kata Khoirul saat berbagi cerita mengenai riwayat karirnya sebagai ilmuwan di acara detikINET, Desember 2014 lalu.

Setelah itu ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 dari Panasonic di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang dan lulus pada tahun 2005. Selanjutnya ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S3 dari perusahaan Jepang dikampus yang sama Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang. Hal ini merupakan prestasi yang patut diacungi jempol.

Ia mempunyai seorang istri bernama Sri Yayu Indriyani dan dikaruniai tiga orang putra dan bertempat tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Namun Choirul berkeinginan untuk bertempat tinggal di Indonesia suatu hari nanti.

Khoirul Anwar dikenal karena telah menemukan teknik transmisi wireless dengan dua buah fast Fourirer transform (FFT), yaitu FFT kecil dan (I) FFT besar (dua pada transmitter dan dua pada receiver). Teknik ini mendapatkan penghargaan pada Januari 2006 dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California dan menjadi standard international telecommunication union (ITU), ITU-R S.1878 and ITU-R S.2173.

Teknologi ini (beserta modifikasinya untuk multiple access) menjadi basis dari single carrier frequency division multiple access (SC-FDMA) yang dipakai pada uplink 4G LTE. Keuntungan dari penggunaan dua FFT tersebut adalah:

  1. Mampu meminimalkan dinamic range power sehingga efisien dan tahan terhadap nonlinearity pada amplifier.
  2. Untuk mendapatkan efek frequency diversity (karena FFT kecil/pertama melakukan "spreading" atau redundansi yang disebar ke seluruh subcarrier di (I)FFT besar/kedua) sehingga memiminalkan error pada penerima. 
Teknik ini sangat bermanfaat untuk sistem komunikasi broadband yang disertai dengan channel coding (karena efek broadband menyebabkan terjadinya frequency selectivity yang baru bisa diambil manfaatnya dengan menggunakan channel coding). Teknik ini telah dipatenkan tahun 2005 dengan mendapatkan full support (dana) dari pemerintah Jepang.

Penemuan OFDM tanpa Cyclic Prefix


OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi selective fading dan interferensi narrowband dan efisien menghadapi multi-path delay spread. Untuk mencapai hal tersebut, OFDM membagi aliran data high-rate mejadi aliran rate yang lebih rendah, yang kemudian dikirimkan secara bersama pada beberapa sub-carrier. OFDM biasanya memerlukan cyclic prefix (CP) sehingga efek channel circulant bisa diperoleh. Circulant pada channel ini sangat memudahkan perhitungan karena keberadaan FFT/IFFT pada OFDM. OFDM hanya menggunakan satu (I)FFT para transmitter dan satu FFT para receiver. Hanya saja penggunaan CP ini justru membuat transmisi data tidak efisien, karena CP sebenarnya symbol yang di-copy kemudian dikirimkan (tidak mengandung informasi).

Namun dengan konsep yang diusulkan oleh Khoirul bersama kolega, yaitu dengan equalization berantai, disebut chained turbo equalization (CHATUE), CP (juga guard interval) mampu dihilangkan sama sekali namun tidak mengurangi performance dari system. CP ini bisa dihilangkan dengan memanfaatkan dan mengumpulkan energi yang tersebar di awal dan di belakang blok data yang sedang diproses. Ini mirip dengan proses pengumpulan energi genki dama pada serial animasi Dragon Ball. Temuan Khoirul Anwar ini kemudian mendapatkan penghargaan Young Scientist Encouragement award pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer akan membatalkan interferensi sehingga sinyal bisa diterima.

Dengan mengenyahkan CP atau GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding). Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center. Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya. Metode ini mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

OFDM juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit dan daerah pegunungan. Sebab di daerah tersebut biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang. Temuan ini mendapat penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Temuan ini telah dipatenkan tahun 2010 dan kemungkinan besar dipakai untuk teknologi masa depan yang harus tetap optimal karena tantangan sinkronisasi (karena banyaknya device yang saling terhubung).

'Orang Gila' yang Terinspirasi Dragon Ball


Mungkin sudah nasib para ilmuwan, ketika mereka mengemukakan teorinya, seringkali dianggap gila. Ini juga yang dialami Khoirul. Sejumlah pakar teknologi mengganggapnya 'keblinger' saat dia menjelaskan teorinya pada 2005 di Hokkaido, Jepang.

“Saat saya jelaskan, orang mengira saya gila. Teknologinya pada saat itu belum sampai situ,” kenang Khoirul seraya tertawa. Namun pria yang sudah tinggal di Jepang lebih dari 12 tahun ini mengaku cuek dan tidak menyerah membuktikan teorinya.

Yang menarik, penemuan teknologi 4G dikatakannya terilhami oleh serial kartun Dragon Ball. Ya, sang profesor tak selamanya serius berkutat dengan buku dan penelitian. Diam-diam dia penggemar kartun dengan jagoan bernama Goku tersebut.

"Ketika Goku menggunakan kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api genki dama, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa. Itu saya terapkan dalam formula matematika. Dalam teknologi 4G, menarik energi di sekitarnya,” papar suami dari Yayu Indriyani.

Ingin Pulang ke Indonesia


Berkat temuannya, kini internet berkecepatan tinggi bisa dirasakan banyak orang. Meski mungkin sebuah ironi, di saat Indonesia baru kedatangan 4G LTE, negara lain banyak yang sudah merasakan manfaatnya sejak beberapa tahun lalu. Padahal penemu teknologinya justru putra Indonesia.

Yang membuat iri, di Jepang misalnya, negeri tempat Khoirul menimba ilmu dan mempresentasikan 4G LTE pertama kali, sudah punya jaringan seluler super cepat yang bisa dinikmati bahkan di daerah pegunungan.

"Jaringan 2G tidak lagi digunakan pada 2012, yakni ketika 99% total pengguna layanan telekomunikasi bermigrasi 3G dan LTE. Area coverage LTE di sana bahkan diperluas hingga ke daerah pegunungan. Para penggunanya bisa menikmati 3G dan LTE ketika mereka berada di gunung Fujiyama sekalipun,” cerita Khoirul.

Meski berprestasi di Jepang, Khoirul menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia. Semangat belajarnya yang tak pernah mati membuatnya terus mengasah kemampuan. Sosok cemerlang ini ingin pulang ke Indonesia ketika sudah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.

Referensi :
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Khoirul_Anwar
  2. http://www.biografiku.com/2012/03/biografi-khoirul-anwar-pemilik-paten.html
  3. http://inet.detik.com/read/2015/06/17/133246/2944821/398/khoirul-anwar-asli-kediri-penemu-4g-lte
Read more